Anakku Hiperaktif ?

Seringkali saya bertemu dengan banyak orangtua yang bertanya kepada saya apakah anaknya hiperaktif. Dan memang bila saya perhatikan anak-anak sekarang kalo katanya orang Surabaya jaman dulu “gak karuan tenagane”. Sangat aktif dan malah seringkali banyak anak-anak yang karena gak karuan tenagane itu cenderung menjadi agresif, menggunakan kekerasan
Hal ini tentu membuat anda para orangtua menjadi kesulitan mengendalikan tingkah laku anak-anak anda dan di tengah kebingungan bagaimana mengengalikan anak-anak ini mereka berkesimpulan bahwa anak saya hiperaktif
Pada awalnya saya juga sempat berpikir bahwa mungkin mereka hiperaktif. Tapi permasalahannya hiperaktif tidak bisadisimpulkan dari pengamatan sesaat saja, perlu pemeriksaan yang baik dan lengkap menyeluruh apakah seorang anak hiperaktif atau tidak
Lalu apa yang membuat anak-anak sekarang jadi begitu aktif ? Akhirnya saya menemukan penyebabnya….. yaitu GULA. Pola asupan anak-anak sekarang dengan memakan berbagai jajanan dan minum minuman jadi dalam kemasan ternyata mengandung gula yang sangat tinggi, selain juga garam yang sangat tinggi. Seorang sahabat mengatakan bahwa gula adalah semacam ekstasi primitif. Gula menyediakan enerji bagi tubuh kita dan gula dalam jumlah yang banyak dalam tubuh anak-anak membuat mereka sangat berenerji dan aktif. Kandungan gula dan garam yang sangat tinggi di dalam tubuh anak mengakibatkan keseimbangan anak sperti di atas roller coaster, naik dan turun dengan ekstrim sehingga anak jadi agresif
Para orangtua perlu memperhatikan pola makan anak, para orangtua perlu memperlakukan diet gula seimbang bukan diet gula rendah karena bagaimanapun gula dibutuhkan bagi anak tapi sekali lagi diet gula seimbang. Hal yang paling mudah adalah buat sendiri jajanan untuk anak-anak anda. Saya tidak melarang anak makan makanan jadi dalam kemasan tapi batasi dan imbangi dengan makan lain terutama sayur-mayur dan buah-buahan
Gunakan kreasi anda untuk membuat atau mendapatkan makanan dan jajanan yang sehat bagi anak-anak anda
Biasakan anak-anak anda memakan makanan yang seimbang buatan sendiri karena makan jadi dalam kemasan akan selalu tampak lebih menggiurkan daripada homemadefood atau homemade dessert, jadi biasakan…
Saya ingatkan lagi bahwa saya tidak anti makanan dan minuman jadi dalam kemasan tapi batasi dengan baik dan bijaksana
Semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi bagi orangtua yang bertanya-tanya “Apakah anak saya hiperaktif ?”

Explore posts in the same categories: Parenting

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

6 Comments on “Anakku Hiperaktif ?”

  1. jumai Says:

    Setuju banget…

    masalahnya skr byk ortu (di dukung oleh perush. obat) yang tidak bisa ato tidak mau mengikuti ke aktifan anak2nya, jadi ketika anaknya udah mulai rewel trus di jejalin aja permen ato cookies yg murah meriah yg tersedia disetiap warung, dan karena snack2 itu mengandung gula imitasi yg secara taste enak bgt tapi secara kimiawi bikin otak konslet. Nah abis semua itu ketika anak2 nya mulai aktif kyk bola karet yg kemana2, krn, sekali lagi, ortu gak bisa ato gak mau mengikuti dan membimbing anak2 yg aktif tersebut, lalu mereka dengan enaknya bilang kalo anak mereka itu hiperaktif, krn dgn begitu para ortu itu gak perlu bertanggung jawab lagi, mereka tidak bisa disalahkan lagi, wong yang salah anaknya, terlalu hiperaktif…………..trus pendapat ini sering di dukung ama dokter2 yg cuman pgn dpt duit, lalu para dokter duit ini tinggal nulisin resep buat obat xxxxx n anak jadi tenang, ortu senang and dokter dpt komisi dr pabrik obat………….


  2. Hoooo…… be cool mama…..!!! :) Tapi btw aku setuju

  3. judeangel Says:

    Aku pernah terlibat diskusi panas ama temenku masalah ini. Intinya kalo anak2 tuh nakal bgt ampe ga bs diurus lg salah siapa? Aku waktu itu posisi berpendapat ya salah ortu-nya lah ga bs handle anaknya gimana. Tapi temenku blg itu ga bs dipukul rata begt soalnya kadang kelakuan anak jg bs terbawa dr sesuatu hormon di otak (aku lupa namanya) yg bikin dia jd some kind of hyperaktif, nakal ga bs diatur. Tapi tetep aja gmn2 tanggung jawab kelakuan anak kan ada di pihak ortu toh? What do u think?


  4. Menurut saya bagaimanapun juga tanggung jawab ada di orangtua. Makanya kalo ada yang konseling ttg anak mesti yg aku suruh dateng dulu bukan anaknya tp orangtuanya kl gak ada masalah di mereka baru di cek anaknya siapa tau memang tulalit otaknya

  5. judeangel Says:

    kyknya pekerjaan yg menarik sekali :)

  6. kris Says:

    kapan arisan?
    BTW, jangan lupa juga bahwa sekarang banyak ortu meng-klaim anaknya autis, HE….
    autis darimana? dari hongkong? tampa pemeriksaan medis lalu bilang anaknya autis, bangga apa kalo anaknya autis, payah tuh,
    memang beer, pertama cek ortunya dulu baru anaknya.
    selamat bekerja!


Comment: