Teladan
Pernahkah anda ingat apa yang orangtua anda nasehatkan ketika anda kecil ? Atau apa yang ibu anda omelkan ketika melihat kebandelan kita ? Ingatkah anda apa yang dikatakan oleh ayah anda ketika anda dimarahi karena ketahuan berbohong ? Saya percaya pasti sulit untuk mengingatnya (kalo peristiwanya pasti ingat….) atau malahan sudah lupa ya…
Lalu bagaimana sesungguhnya mereka mendidik kita jika kita tidak bisa mengingat apa yang mereka nasehatkan, omelan-omelan mereka, peringatan yang diberikan dan lain-lain. Ternyata semua itu terjadi terutama lewat TELADAN. Teladan adalah cara mendidik yang paling efisien karena murah dan mudah, karena cukup anda lakukan sendiri dan anak pada dasarnya senang meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya
Sebagai contoh; Saya adalah pecinta buku (selain makan tentunya….) Saya begitu mencintai koleksi buku saya dan tiada hari tanpa membaca. Mengapa bisa demikian ? Karena kakek dan nenek saya pecinta buku dan gemar membaca, ayah dan ibu juga gemar membaca. Melihat perilaku mereka yang gemar membaca dan pecinta buku memberikan teladan yang tertanam kuat dalam diri saya. Contih yang lain; Ibu saya sangat disiplin dan yang menarik adalah disiplin itu tidak hanya diberikan untuk anak-anaknya tapi terutama juga buat dirinya sendiri, sehingga melihat ibu selalu disiplin dengan dirinya maka kamipun menjadi disiplin (walaupun sering juga diomeli karena menurutnya masih kurang disiplin)
Jika ingin anak anda jadi orang baik, jadikanlah diri anda seorang yang baik. Ingin disiplin, jadikanlah diri anda disiplin. Ingin jujur, jadikanlah diri anda jujur. Apapun yang anda igin anak anda lakukan, lakukanlah terlebih dahulu untuk anda
Jika kita lihat akhir-akhir ini begitu banyak hal yang mengerikan terjadi pada anak-anak sampai kaum muda (mulai kekerasan, anak yang bunuh diri, anak minggat, sampai narkoba) Salah satu penyebab yang cukup mendasar karena tidak adanya teladan. Oleh sebab itu wahai orangtua, para bapak dan ibu dimana saja anda berada, jadikanlah diri anda teladan sehingga tercipta generasi berikut yang lebih baik demi masyarakat, nusa dan bangsa (ini gak jayus… serius bo….!!!)