Cinta Tak Bersyarat
Seperti biasa nongkrong di cafe kesayangan bersama seorang sahabat sambil ngobrol-ngobrol ngalor ngidul. Akhirnya topik obrolan kami mengenai unconditional love atawa cinta tak bersyarat. Menarik bahwa cinta tak bersyarat adalah sesuatu yang sangat penting dalam pembentukan pribadi seseorang (yang jelas kami berdua…..
) dan menarik bahwa hal tersebut mempengaruhi kami sejak kami masih kanak-kanak. Perasaan cinta tak bersyarat bagi kami adalah perasaan bahwa kami dicintai dan diterima apa adanya dengan kelebihan dan terutama kekurangan kami. Penting bahwa terutama kami dicintai tidak kurang lebih dari segala hal yang lain
Seperti apa sih cinta yang tak bersyarat itu ? Ketika membahas hal ini dengan sahabat saya, tiba-tiba saya teringat akan sebuah kejadian yang bertahun-tahun sudah saya lupakan. Begini ceritanya: Tante saya (kakak perempuan dari ibu saya) baru membeli sepeda motor. Gres kinyis-kinyis dikirim ke rumah. Kemudian dia dan ibu saya menyuruh saya untuk belajar mengendarai sepeda motor. Namanya juga baru belajar, saya salah menekan gas sehingga sepeda motor melesat kencang tak terkendali menabrak tumpukan kayu di halaman rumah. Alhasil body motor beret dan lampunya ada yang pecah. Bayangkan……!? Motor baru dan saya sudah merusakkannya…… Tetapi tante dan ibu saya hanya tertawa dan setelah memeriksa keadaan saya dan motor (tentunya……!!!). Mereka sama sekali tidak marah. Mereka bisa menerima kesalahan manusiawi saya (seorang anak yang baru belajar motor) dan tidak marah-marah menunjukkazn bahwa ini motor baru, mahal dan sudah kamu rusakkan dan seterusnya, dan selanjutnya, dan sebagainya sehingga saya akan dipenuhi oleh rasa penyesalan, rendah diri dan malu yang merusak pribadi saya
Apakah saya tidak pernah dimarahi ? Tentu saja sering……. Apalagi jika kesalahan tersebut akibat kemalasan, kesalahan atau keteledoran saya. Tetapi ada kalanya mereka menerima dengan lapang hati kelemahan dan kekurangan saya. Disitulah saya merasa dicintai tanpa syarat……. Jika anak berbuat salah memang sudah selayaknya mereka ditegur atau bila perlu dihukum. Tetapi jika apa yang mereka perbuat adalah hal yang manusiawi seperti misalnya tanpa sengaja merusak sepeda motor ketika belajar mengendarai sepeda motor ya…… gak pa pa lah…… Jangan segitunya……..
Btw apakah sekarang saya bisa mengendarai sepeda motor ? jawabnya: Tidak, saya tidak bisa karena setelah kejadian itu malah saya yang ngrasa gak enak lalu jadi patah semangat belajar mengendarai motor, ha ha ha……
11 Agustus 2008 at 9:26 am
gak apa2 toch sekarang kamu jg kemana2 sendiri gak selalu nunggu jemputan…..
15 Agustus 2008 at 10:50 am
Oooooooo, so sweeeet, begitu juga klo cuman di kasi 3 (tiga) biji ya os, there always be another time, ok?
15 Agustus 2008 at 2:13 pm
@Kris: He he he he…….. yah nasib…..