Many Faces But One Heart
Bertahun-tahun bekerja yang ada sangkut pautnya dengan manusia dengan segala peri kehidupannya membuat saya memiliki hobby (atau mungkin sudah jadi kebiasaan akibat dari tuntutan pekerjaan) mengamati orang-orang di sekitar saya. Atau jika saya sedang berinteraksi dengan oranglain saya selaluberusaha memahami apa yang ada di dalam pikirannya atau apa yang mereka rasakan. Bertahun-tahun sudah saya melakukannya dengan sadar atau kadang-kadang otomatis aja……..
Semakin saya menghayati (saya tidak tau kata lain yang cocok) semakin saya bisa memahami kata-kata seorang suci yang hidup berabad-abad yang lalu, dimana Beliau berkata “Apapun itu…….. Manusia hanya ingin hidupnya bahagia.” Semua tingkah polah manusia hanya bermuara pada satu tujuan yaitu “bahagia.”
Dan bagi saya tiada hal yang lebih membahagiakan daripada cinta dan kasih sayang. Cinta dan kasih sayang yang tersampaikan lewat senyuman atau lewat pertanyaan konyol, basi dan tak ada gunanya seperti “Udah makan belum, Yang ?” (yang sesungguhnya lebih ditujukan sebagai ungkapan perhatian daripada diartikan secara harfiah). Pernyataan cinta yang tersampaikan lewat satu set perhiasaan permata yang berharga MMan atau lewat sebuah catatan kecil yang penuh keintiman. Pernyataan cinta yang tersampaikan lewat teguran atau kritik yang pedas tapi membangun. Bahkan cinta yang tersampaikan lewat keheningan tanpa kata-kata.
Saya sudah melihat banyak wajah, bertemu dengan banyak orang dan mereka semua menunjukkan kepada saya bahwa mereka memiliki satu hati. Hati yang mencintai dan/atau mendambakan cinta. belajarlah untuk menjadi seorang pencinta. Mencintai keluarga anda, anak atau isteri, pekerjaan, sahabat, segala sesuatu di sekitar anda, pokonya segalanya deh……..
Ubi caritas et amor, Deus ibi est, Dimana ada kasih dan cinta, di situlah Tuhan berada
11 Agustus 2008 at 9:24 am
hiks hiks sampe terharu baca nya….
11 Agustus 2008 at 12:44 pm
Hiks… hiks…… ikut terharu mbaca komennya…….. Berarti nulisnya pake segenap perasaan cinta
15 Agustus 2008 at 10:46 am
yup, you are damn right carlos, BUT ada banyak orang(baca:laki2) yang menganggap mengucapkan ILU cukup sekali aja ato dua kali aja . ada wanita yang tak butuh kata-kata, tapi perbuatan nyata, ada wanita yang butuh kata-kata dan perbuatan nyata, ada juga wanita yang gak butuh perbuatan nyata, (mungkin dia super women) ada laki-laki yang setiap saat mengucapkan ILU ke pasangannya, jadi menurut hemat saya antara pernyataan dan perbuatan seyogyanya ya balans, so hatinya hidup , means: hidup jadi hidup:)