Hidden Curiculum
Dulu ketika saya kuliah ada mata kuliah yang bernama Psikologi Pengajaran dan di mata kuliah tersebut kami belajar apa yang disebut Hidden Curiculum atau Kurikulum Tersembunyi. Emangnya apa sih Kurikulum Tersembunyi itu ? Kurikulum Tersembunyi adalah kurikulum yang tidak kasat mata. Berbeda dengan materi pelajaran dalam kurikulum biasa yang bisa langsung dilihat, didengar dan dipelajari materi kurikulum tersembunyi tidak dapat langsung dilihat, didengar atau langsung dipelajari tetapi materi tersebut mengendap diantara sel-sel otak kita yang perlahan namun pasti akan mempengaruhi kehidupan kita. Perlu contoh ? Hmmm….. saya kira tidak perlu deh……
Nah !!! Masih lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjuduk Idola Cilik. Saya sih tidak bernafsu mengomentari acara tersebut, silahkan setelah anda membaca tulisan ini anda bisa menilai sendiri….. Seringkali yang terjadi orang langsung bereaksi terhadap acara TV atau Film yang pengaruhnya langsung terlihatseperti WWF Smack Down atau Film Porno tapi hampir tidak ada yang berkomentar terhadap acara TV atau media lainnya yang dampaknya tidak terlihat langsung seperti beberapa Sinetron, acara pencarian bakat sperti Idola Cilik atau program acara Reality Show seperti termehek-mehek. Mungkin banyak yang tidak setuju dengang contoh yang saya berikan tapi justru karena tersembunyi itulah sering kita tidak sadar. Moga-moga kita semua semakin waspada dan selektif dalam memilih acara televisi yg akan ditonton…..
27 November 2008 at 4:55 pm
Amin………..
28 November 2008 at 9:26 am
yak, anda benar, makanya saya gak pernah (suer !) nonton sinetron, mending nonton cartoon, ato dokumenter, percaya nggak, saya paling nonton acara yg ngliput tentang sebuah pabrik yg ada gambarnya tentang proses membuat sesuatu, katrok ngga sih?
28 November 2008 at 11:00 pm
Eiiittttsss ada apa dengan termehek-mehek??? BAGus lho at least masi mending drpd sinetron
29 November 2008 at 11:31 am
kalo aku sich ntn sinetron slm 5 menit sambil tertawa terbahak….h ehehe
1 Desember 2008 at 3:43 pm
wah los. kayaknya suara kita ga cukup kuat deh buat demo biar program2 kayak gitu ditiadakan. kalah sama gemerincing uang (ceileee)
yang bisa kita lakukan adalah jadi orang tua yg pinter, yg bisa nunjukin hal2 yang seharusnya jangan ditiru sama anak2 kita.
1 Desember 2008 at 5:49 pm
@Budi: Iya sih he he he he….. Tapi kan bukan berarti gak bersuara
2 Desember 2008 at 4:44 am
apa sih salahnya dgn acara Idola Cilik ? ada baiknya juga toh buat pencarian bibit2 muda berbakat…pengembangan bakat khusus sama kepribadian anak2 yg talented…. supaya anak2 punya sense of competition… dan selalu terinspirasi utk menjadi yg terbaik…. trus dampak negatifnya apa? anak anak lantas pada pengen jadi artis semua?? ah masa iya? …. emang ada penelitiannya? …. saya kira kok ngga… tiap anak kan ttep aja pny bakat sama minat yg beda2…. justru menurut saya tontonan semacam itu positif2 aja buat anak….
2 Desember 2008 at 5:15 am
Idola Cilik, secara esensi ga beda dgn kontes2 anak2 lain…seperti adu kecerdasan, kontes piano anak, speech contest, pertandingan olah raga anak, adu kreatifitas anak dll… hanya domainnya di bidang seni tarik suara…
So…. negatifnya apa coba? Exploitasi anak? ….. ah come onn… wake up… namanya juga acara untuk anak anak….. pasti bintangnya juga mesti anak2 kan….
masalah pengemasannya itu kan pandai2 nya produser untuk menarik investor / principal buat terealisasinya acara semacam itu….
Saya kira motivasinya positif. Dan dari segi profitability sebenernya namanya acara anak2 ratingnya itu pasti selalu rendah, dan jarang diminati produser / TV karena secara bisnis pastinya ga menarik…….. itu napa acara dgn tema anak2 jarang ada yg sustain…
Jika ada produser yg concern dan persistent ingin menyajikan acara anak yg bermutu untuk segmen anak anak, dan berhasil mengemasnya sedemikian rupa hingga secara bisnis viable……… saya selalu mendukung… saya kira itu positif…
Cobalah berpikir seandainya anda di posisi produser TV, dan ditugasi membuat suatu acara untuk anak2… misi mulia kan? tapi ga selalu mudah secara realita….
2 Desember 2008 at 7:50 am
waduh……mulai rame nich blog….
2 Desember 2008 at 9:11 am
@Stevie: Mungkin dimulai aja penelitiannya ya….??? Siapa yg mau ??? Saya sih eng’gak ah !!! Enak ngurusi website kuliner ha ha ha ha ha…….
2 Desember 2008 at 9:38 am
@Stevie: Btw…. Hai apa kabar….??? Kangen lho…… Gimana kabarnya di tanah seberang…..???
2 Desember 2008 at 11:35 am
Secara mungkin IMHO lebih baik toh bikin acara anak2 yang lebih mendidik aja. Intinya toh bener kata Budi, tinggal tugas kita aja sebagai orang tua yang harus bisa mengarahkan anak2 kita. Jadi buat apa diributin? Anak aja ga punya
2 Desember 2008 at 10:17 pm
@ carlos: kabar baik los… kuliah lagi seru2 nya, skrg lagi sibuk siapin tesis…
2 Desember 2008 at 10:36 pm
Acara anak yg bagus itu Jalan Sesama……
6 Desember 2008 at 8:14 am
sebenarnya sich, program anak2 tersebut. ada plus minusnya sich. kl plusnya sich, menyalurkan bakat. bakat itu khan harus dikembangkan….. dan disalurkan. so.. dari acr itu bisa dunk jd media bg mereka……..
kl minusnya sich. smua ank2 jd terlalu berpatok pd satu hal sj, mis : menyanyi. so untuk pengembangn ilmunya tidak terlalu dihiraukan. but……. itu tergntng orang tua.bisa ngak memberi arhn ke mereka tentang persepsi mengenai ilmu, pengetahuan n bakat,jg minat.
tp.. maju terus untuk anak indonesia………!!!!!!!!1
6 Desember 2008 at 10:16 am
Yup….. Rupanya Rima benar2 bisa menangkap esensi dari tulisan saya……. Selamat !!!